Powered By Blogger

PolĂ­tica de Privacidade

Text Widget

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Text Widget

"Adapun bagi siapa yang durhaka' yang mengutamakan kehidupan didunia,, maka sesungguhnya neraka jahim adalah tempat kembalinya' adapun orang yang takut akan kebesaran Tuhan dan menahan dari keinginan hawa nafsu , maka sesungguhnya surga adalah tempat kembalinya." (Qs. An Nazi,at;37-41)

qqqqqqqqq

POST-TITLE-HERE

POST-DESCRIPTION-HERE
IMAGE-TITLE-HERE

POST-TITLE-HERE

POST-DESCRIPTION-HERE
IMAGE-TITLE-HERE

POST-TITLE-HERE

POST-DESCRIPTION-HERE
IMAGE-TITLE-HERE

POST-TITLE-HERE

POST-DESCRIPTION-HERE
IMAGE-TITLE-HERE
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Februari 2010

Umat Islam Solo Tuding JIL Menistakan Agama

Pro dan kontra uji materi Undang-Undang Penodaan  Agama berlanjut.  Forum Umat Islam Surakarta menuding kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL) dan LSM pendukung pencabutan Undang-Undang /PNPS/1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama sebagai kelompok yang menistakan agama Islam.

Kuasa hukum Forum Umat Islam Surakarta,  Mahendradatta, mengungkapkan ada kecenderungan  pendukung pencabut undang-undang tersebut,  salah satunya JIL,  telah menistakan agama Islam. ”Kedok dari inti penistaan agama adalah, lambat laun dalam persidangan yang mereka perjuangkan adalah kebebasan menodai agama,” ungkapnya di Solo, Jumat 19 Februari 2010.

Mahendra mencontohkan, pada persidangan  17 Februari 2010 lalu, keterangan ahli dari pemohon, Pimpinan JIL Luthfi Assyaukani, menyebut kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad. ”Dengan mudahnya, dia menggunakan komparasi premis yang tidak lengkap, dia bilang Lia Eden dan Nabi Muhammad sama-sama dikejar mayoritas umat dan penguasa. Itu pendapat keliru,” sebut dia.

Pernyataan Pimpinan JIL itu, menurut Mahendradatta, telah menistakan agama Islam. Untuk itu, dia mendukung tuntutan umat Islam Surakarta agar Luthfi mencabut pernyataannya tersebut.
Menurutnya, umat Islam Surakarta mulai merasakan keresahan-keresahan oleh pernyataan Luthfi Assyaukani. ”Betul, dalam persidangan bebas mengeluarkan pendapat, tapi perlu diingat, bahwa di persidangan siapa pun dilarang menghina kelompok tertentu. Kami akan menghadirkan saksi-saksi ahli untuk memperjuangkan ini,” pungkasnya.

www.nasional.vivanews.com/news/read/130958-umat_islam_solo_tuding_jil_menistakan_agama

Rabu, 10 Februari 2010

400 Pemuda Jakarta Timur Dapat Beasiswa

JAKARTA--Sejumlah 400 pelajar dan mahasiswa yang tinggal di Jakarta Timur mendapatkan beasiswa dari Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (Bazis) Kota Administrasi Jakarta Timur. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Walikota Jakarta Timur, Murdhani, di Ruang Serba Guna Kantor Walikota Jakarta Timur. Hadir menyaksikan acara tersebut: Kepala Bazis DKI, Amir Bahar dan Kepala Bazis Jakarta Timur, Chaerudin Hasan.
Chaerudin Hasan berpendapat distribusi bantuan biaya pendidikan tahap III yang dilakukan pihaknya ini diperuntukan bagi para pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan mahasiswa S1 yang ada di Jakarta Timur. Untuk tingkat SLTA yang menerima bantuan sebanyak 250 pelajar, sedangkan untuk mahasiswa sebanyak 150 orang.
“Untuk setiap pelajar menerima bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 150 ribu per bulannya, sedangkan bagi mahasiswa menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu per bulan,” kata Chaerudin, dalam laporannya, Rabu (3/2).
Dirinya berharap para pelajar dan mahasiswa yang menerima bantuan dari Bazis dapat belajar dengan sungguh-sungguh sehingga prestasi di sekolahnya dapat meningkat. “Para penerima beasiswa Bazis diharapkan dapat menjadi teladan bagi para pelajar dan mahasiswa lainnya,” pesan Chaerudin.
Pada kesempatan ini, Walikota Jakarta Timur mengatakan beasiswa ini adalah bentuk kepedulian Pemkot Jakarta Timur dibidang pembinaan mental dan spiritual untuk kemaslatan umat. “Kegiatan ini untuk menciptakan SDM yang handal dan pada akhirnya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya di hadapan seluruh peraih beasiswa.
Walikota mengatakan bantuan biaya pendidikan ini berguna untuk memotivasi belajar, sekaligus meningkatkan kesejahteran dan meringankan beban ekonomi orang tua. “Jangan digunakan untuk keperluan lainnya,” pesan Walikota kepada para orang tua penerima beasiswa.
Murdhani pada kesempatan ini juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Bazis Jakarta Timur yang berhasil meningkatkan pengumpulan ZIS pada tahun 2009 hingga mencapai 229 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Saya berharap prestasi ini dapat ditingkatkan kembali karena potensi umat Islam di Jakarta Timur cukup besar,” ujarnya.
Pada tahun 2009 lalu, Bazis Jakarta Timur berhasil mengumpulkan dana ZIS sebesar Rp9.657.872.483 dari target yang ditetapkan sebesar Rp4.200.000.000. Hasil tersebut menempatkan Jakarta Timur sebagai pengumpul ZIS tertinggi di Provinsi DKI Jakarta.
“Untuk tahun 2010, Bazis Jakarta Timur mendapat target Rp 10 milyar dan Insya Allah target tersebut bisa tercapai dengan kerja sama seluruh masyarakat dan komponen yang ada,” harap Walikota. (Republika.co.id)

AS Kirimkan 20 Relawan Bahasa ke Jatim

SURABAYA--Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana mengirimkan sedikit-dikitnya 20 relawan bahasa ke Jawa Timur untuk mengajarkan bahasa Inggris di sekolah menengah atas (SMA). Direktur Pendidikan AS Perwakilan Indonesia, Kenneth A Puvak, di Surabaya, Selasa, mengatakan, pengiriman para penutur asli (native speaker) pada bulan Juli itu untuk merealisasikan program kerja sama AS-Indonesia.
"Penandatangan kerja sama bidang pendidikan Indonesia-AS itu dilakukan pada Desember 2009. Pekan lalu, kami sudah bertemu Beppenas, Mendiknas dan Menag," katanya usai bertemu Gubernur Jatim Soekarwo.
Menurut dia, Jatim menjadi provinsi pertama menjalankan program pengajaran bahasa Inggris di SMA dan tahun berikutnya pindah ke provinsi lain. Dia berharap, Pemprov Jatim turut terlibat langsung dengan memberikan saran dan masukan terkait program tersebut.
Menurut Puvak, untuk program awal memang kerja sama ini difokuskan pada bidang pendidikan. Selanjutnya bidang kesehatan, lingkungan hidup, dan UMKM. Selama dua tahun berada di Jatim, biaya hidup dan transportasi relawan, termasuk tiket pergi-pulang AS-Indonesia ditanggung pemerintah Amerika. Pihak sekolah atau Pemprov Jatim cukup menyediakan tempat tinggal bagi mereka selama menjalankan tugas pengajaran. (Republika.co.id)

Mahasiswa AS Ditahan karena Belajar Bahasa Arab

WASHINGTON--Seorang mahasiswa AS ditahan di bandara karena kedapatan membawa kartu-kartu bertuliskan bahasa arab. Nicholas George mahasiswa asal California yang berusia 22 tahun itu, sempat diinterogasi selama lima jam dikaitkan dengan terorisme.
Ia sempat diborgol dan diperlakukan layaknya pesakitan. George melalui Organisasi pembela hak-hak sipil, American Civil Liberties Union (ACLU), kemudian mengajukan tuntutan terhadap agen FBI dan polisi. Akibat penahanan di bandara itu, George ketinggalan pesawat ke California dan terpaksa bolos kuliah.
Ia juga memprotes penahanannya yang dikaitkan dengan buku yang dibawanya, yang berjudul "Rogue Nation: American Unilateralism and the Failure of Good Intentions," karangan Clyde Prestowitz.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh staf Administrasi Keamanan Transportasi AS (TSA) menahan George dan ia merasa hal itu merupakan pelecehan berat. Selama berjam-jam ia dicecar pertanyaan seputar pandangannya mengenai peristiwa 9/11.
George ditanya apakah dia tahu "siapa yang melakukan 9 / 11," bahasa apa yang digunakan pemimpin Al Qaidah Osama bin Laden dan mengapa kartu-kartu bahasa inggris-arab itu "mencurigakan."
Ia kemudian diborgol dan ditinggalkan di sel terkunci selama dua jam sebelum dua agen FBI menginterogasinya. ACLU menambahkan bahwa klien mereka tidak pernah diberitahu tentang hak-haknya atau menjelaskan mengapa ia ditahan.
George mengambil jurusan fisika sekaligus studi Timur Tengah belajar di Pomona College, California. Saat diinetrogasi, ia juga ditanyai tentang perjalanannya ke negara-negara muslim dan berbahasa Arab, termasuk Yordania di mana dia menghabiskan satu semester belajar di luar negeri, dan yang juga dicecar mengenai siapa saja yang ia temui di sana.
"Sebagai orang yang bepergian dengan pesawat, saya ingin petugas bandara melakukan tugas mereka untuk menjaga penerbangan aman, tapi saya tidak mengerti bagaimana menahan dan melecehkan saya hanya karena aku membawa flashcards membuat orang lebih aman" paparnya seperti dilansifr AFP.
Gugatan ini menitikberatkan pada tuduhan pelanggaran hak konstitusional untuk kebebasan berbicara dan untuk bebas dari tekanan yang tidak masuk akal.
George telah belajar bahasa Arab sejak tahun pertamanya di universitas untuk dapat membaca dan memahami apa yang sedang dilaporkan dan diperdebatkan di surat kabar Timur Tengah, program televisi dan publikasi atau media lain.
Dengan menggunakan kartu-kartu kecil, bertuliskan huruf arab di satu sisi dan artinya dalam bahasa inggris di sisi lain, ujar George, sangat membantunya belajar bahasa. George mengaku belajar bahasa Arab karena bahasa ini digunakan oleh puluhan juta orang di seluruh dunia dan ia menganggap tidak ada salahnya dengan itu. "Apa salahnya belajar baasa Arab," tukasnya.
Pengacara ACLU menganggap langkah ini merupakan pelecehan dan hambatan bagi para pengguna transportasi udara, buang-buang waktu dan pelanggaran Undang-Undang Dasar." (Republika.co.id)